Istilah khas bundle ini; istilah dasar faraidh yang identik lintas jalur dirangkum singkat dengan rujukan ke glosarium bundle kembar.
| Istilah | Arti dalam bundle ini |
|---|---|
| Akh masy’um / akh mubarak | ”Saudara pembawa sial” (menarik saudarinya dari furudh ke ‘ashabah yang lebih kecil — kasus B) vs “saudara pembawa berkah” (menyelamatkan cucu pr yang gugur) |
| Al-Akdariyyah | Suami + ibu + kakek + 1 saudari: ‘aul tunggal bab kakek (6→9→27) — bab 08 |
| Arjuzah / nazham | Karya bersyair bahar rajaz untuk hafalan; ar-Rahbiyyah = arjuzah 176 bait |
| Baitul-mal | Kas umum kaum muslimin; dalam sistem Zaid menerima sisa harta tanpa ‘ashabah dan menggantikan dzawil arham (bab 07) |
| Bughyat al-Bahits ‘an Jumal al-Mawarits | Judul asli matan ar-Rahbiyyah |
| Muqasamah | Kakek dihitung sebagai saudara dalam berbagi sisa; pilihan kakek selalu yang terbaik baginya (bab 08) |
| Al-Mu’addah | Penghitungan saudara seayah oleh saudara kandung melawan kakek, lalu porsinya ditarik kembali |
| Al-Mubahalah | Kasus ‘aul 6→8 (suami+ibu+saudari) — dinamai dari tantangan mubahalah Ibnu Abbas yang menolak ‘aul (bab 12) |
| Muta’akhkhirin | Ulama belakangan sebuah madzhab; dalam Syafi’i memfatwakan radd & pewarisan dzawil arham saat baitul-mal tak tertata |
| Ar-Rahbiyyah | Sebutan masyhur matan ini, dinisbatkan ke ar-Rahabi dari Rahbah |
| Sistem Zaid | Keseluruhan paket pendapat Zaid bin Tsabit yang diadopsi Syafi’i: muqasamah kakek, tanpa radd, tanpa dzawil arham, tasyrik |
| Tasyrik | Penyertaan saudara kandung ke dalam 1/3 saudara seibu pada al-Musytarakah, dibagi rata (bab 09) |
| Sibthul-Mardini · al-Baqari | Penyusun syarah dan hasyiyah ar-Rahbiyyah yang paling masyhur |
Istilah dasar bersama (furudh, ‘ashabah tiga jenis, hajb hirman/nuqshan, kalalah, tirkah, asal masalah, ‘aul, tashih, wafq, munasakhat, jami’ah, khuntsa, mafqud, gharqa, mamnu’ vs mahjub): definisi lengkapnya di glosarium bundle Ibnu Utsaimin dan bundle al-Fauzan — dipakai dengan makna yang sama persis di sini.