Istilah khas jalur tafsir; istilah dasar faraidh yang sama lintas jalur dirujuk ke glosarium bundle kembar.
| Istilah | Arti dalam bundle ini |
|---|---|
| Adhwa’ al-Bayan | Tafsir asy-Syinqithi “fi Idhah al-Qur’an bil-Qur’an” — sumber utama bundle; sampai al-Mujadalah, dilengkapi Athiyyah Muhammad Salim |
| Athiyyah Muhammad Salim | Murid asy-Syinqithi, penulis tatimmah (pelengkap) Adhwa’ al-Bayan |
| Faridhatan minallah | ”Ketetapan dari Allah” (An-Nisa 11) — frasa kunci yang dipakai penolak radd dan fondasi bab hikmah |
| Idhah al-Qur’an bil-Qur’an | Metode inti: ayat dijelaskan ayat lain sebelum perangkat lain (bab 01) |
| I’rab | Analisis gramatikal Arab; tarjih i’rab kalalah asy-Syinqithi dibahas di bab 04 |
| Jabr | ”Penyeimbang” — bagian ganda laki-laki sebagai imbangan beban nafkahnya (bab 03) |
| Kalalah | Pewaris tanpa anak dan tanpa ayah (An-Nisa 176) — kunci hidupnya bab saudara |
| Lapis nash vs lapis ijtihad | Kerangka bundle: ayat (angka furudh) → sunnah (pelengkap) → ijtihad (‘aul/radd/kakek) — bab 05, 07 |
| Mafhum asy-syarth / azh-zharf | Pemahaman tersirat dari syarat / dari keterangan — perangkat ushul dalam teka-teki dua anak perempuan (bab 03) |
| Mafhum bilangan (‘adad) | Pemahaman tersirat dari penyebutan angka — yang keliru bila dipakai menolak 2/3 utk dua anak pr |
| Qawwamah | Tanggung jawab kepemimpinan-nafkah laki-laki (An-Nisa 34) — pasangan tafsir dari rasio 2:1 |
| Syinqith (Chinguetti) | Negeri asal beliau di Mauritania, pusat tradisi hafalan matan |
| Tatimmah | Bagian pelengkap kitab yang ditulis murid setelah penulis wafat |
Istilah dasar bersama (furudh, ‘ashabah dan jenisnya, hajb, tirkah, asal masalah, ‘aul, radd, tashih, munasakhat, khuntsa, mafqud, dzawil arham, mamnu’ vs mahjub, tasyrik, muqasamah): lihat glosarium bundle Ibnu Utsaimin, al-Fauzan, dan ar-Rahabi — dipakai dengan makna sama di sini.