Dua kasus sistem muqasamah bab 08 dikerjakan tuntas — termasuk al-Akdariyyah. Di tiap kasus, hasil versi tarjih (kakek = ayah) juga ditunjukkan supaya dampak memilih pendapat terlihat dalam rupiah.
Kasus C — Muqasamah menang atas 1/3
Skenario. Mayit meninggalkan kakek, 1 saudara kandung, dan 1 saudari kandung. Tidak ada pemilik furudh sama sekali. Tirkah bersih Rp 500.000.000.
Versi madzhab (muqasamah).
- Keadaan 1 (bab 08): kakek memilih terbaik dari muqasamah vs 1/3 harta.
- Kepala: kakek 2 + saudara 2 + saudari 1 = 5 → muqasamah memberi kakek 2/5 = 40% > 1/3 → muqasamah menang.
- Asal = jumlah kepala = 5: kakek 2, saudara 2, saudari 1. 1 saham = 100 jt.
Asal masalah: 5 (muqasamah) Tirkah: Rp 500.000.000
─────────────────────────────────────────────────────────
Ahli waris Status Saham Rupiah
kakek muqasamah (2/5) 2 200.000.000
saudara kandung 'ashabah 2 200.000.000
saudari kandung 'ashabah b.g. 1 100.000.000
─────────────────────────────────────────────────────────
Jumlah 5 500.000.000 ✓
Versi tarjih (kakek = ayah): saudara-saudari gugur; kakek mengambil seluruh Rp 500 jt. Selisih pendapat = Rp 300 jt berpindah tangan — contoh nyata kenapa satu pembagian harus konsisten pada satu garis.
Kasus D — Al-Akdariyyah
Skenario. Seorang perempuan wafat meninggalkan suami, ibu, kakek, dan 1 saudari kandung. Tirkah bersih Rp 540.000.000.
Versi madzhab (satu-satunya ‘aul di bab kakek).
- Asal 6: suami 1/2 = 3; ibu 1/3 = 2 (saudara cuma satu, tidak menurunkannya); kakek 1/6 = 1; saudari difardhukan 1/2 = 3 (pengecualian Akdariyyah) → total 9 → ‘aul 6 → 9.
- Gabung saham kakek + saudari: 1 + 3 = 4, dibagi ulang 2:1 → tak terbagi 3 → ×3 → asal 27: suami 9, ibu 6, kakek 8/3×… langsung: kakek (4×3)×2/3 = 8, saudari 4.
- 1 saham = 540 jt ÷ 27 = Rp 20 jt.
Asal: 6 → 'aul 9 → ×3 = 27 Tirkah: Rp 540.000.000
─────────────────────────────────────────────────────────
Ahli waris Saham/9 Saham/27 Rupiah
suami 3 9 180.000.000
ibu 2 6 120.000.000
kakek 1 8 160.000.000
saudari kandung 3 4 80.000.000
─────────────────────────────────────────────────────────
Jumlah 9 27 540.000.000 ✓
flowchart LR
classDef proses fill:#713f12,stroke:#ca8a04,color:#fef9c3
classDef furud fill:#1e3a8a,stroke:#3b82f6,color:#dbeafe
classDef hasil fill:#3b0764,stroke:#a855f7,color:#f3e8ff
A["Asal 6 → 'aul 9<br/>(suami 3 · ibu 2 · kakek 1 · saudari 3)"]:::proses --> B["Gabung kakek+saudari = 4<br/>bagi ulang 2:1"]:::furud
B --> C["×3 → asal 27:<br/>suami 9 · ibu 6 · kakek 8 · saudari 4"]:::hasil
Versi tarjih: saudari gugur oleh kakek → suami 1/2, ibu 1/3, kakek 1/6 + sisa… asal 6: suami 3, ibu 2, kakek 1 — pas habis, tanpa ‘aul: suami Rp 270 jt, ibu Rp 180 jt, kakek Rp 90 jt, saudari nol.
Pelajaran. Akdariyyah menunjukkan puncak kerumitan sistem muqasamah (‘aul + penggabungan + tashih dalam satu soal) — dan sekaligus alasan para muhaqqiq seperti al-Fauzan menganggap sistem kakek-seperti-ayah lebih selaras dengan kesederhanaan nash. Kamu kini bisa menghitung keduanya; memilihnya adalah soal tarjih, bukan kemampuan.
Sumber: at-Tahqiqat al-Mardhiyyah, bab miratsul-jadd ma’al-ikhwah (termasuk al-Akdariyyah); IslamQA 240582. Daftar lengkap di 15-referensi.