Warismatika Kalkulator Latihan Tentang EN

15 — Referensi

Semua klaim bundle ini dapat dilacak ke sumber berikut. Sumber primer = dua karya al-Fauzan; fatwa daring mengonfirmasi atribusi tarjih pada titik khilaf.

Sumber primer (karya Shalih al-Fauzan)

  1. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, At-Tahqiqat al-Mardhiyyah fil-Mabahits al-Fardhiyyah — sumber utama bundle. Asalnya tesis magister Fakultas Syariah, Universitas Imam Muhammad bin Su’ud, dibimbing Syaikh Abdurrazzaq Afifi; terbit di Maktabah al-Ma’arif, Riyadh (cet. 3, 1407 H/1986 M, 297 hlm.). Tarjih kakek-bersama-saudara di hlm. 135–140.
  2. Shalih bin Fauzan al-Fauzan, Al-Mulakhkhash al-Fiqhi, jilid 2, kitab al-Faraidh — rumusan ringkas (Dar al-‘Ashimah, Riyadh, cet. 1, 1423 H). Teks daring: Maktabah Syamilah, kitab no. 11811 — bab saudari bersama anak pr & saudara seibu di jld. 2 hlm. 257
  3. Situs resmi Syaikh al-Fauzan — biografi dan fatwa: https://www.alfawzan.af.org.sa

Nash pokok

  1. Al-Qur’an, An-Nisa: 11, 12, 176https://quran.com/4/11, https://quran.com/4/176
  2. HR. Bukhari no. 6732 & Muslim no. 1615“Berikan bagian-bagian waris kepada yang berhak…”https://sunnah.com/bukhari:6732
  3. HR. Bukhari no. 6736 — anak pr 1/2, cucu pr 1/6 pelengkap, sisanya saudari — https://sunnah.com/bukhari:6736
  4. HR. Bukhari no. 6764 & Muslim no. 1614 — beda agama tidak saling mewarisi — https://sunnah.com/bukhari:6764

Konfirmasi atribusi pada titik khilaf

  1. IslamQA (ar) no. 240582 — miratsul-jadd ma’al-ikhwah — memaparkan dua pendapat dan menyebut al-Fauzan (at-Tahqiqat 135–140) bersama Ibnu Baz & Ibnu Utsaimin pada pendapat “saudara gugur oleh kakek”: https://islamqa.info/ar/answers/240582
  2. IslamQA (ar) no. 496015 — al-Musytarakah/al-Himariyyah — sejarah dan penimbangan pendapat: https://islamqa.info/ar/answers/496015

Pembanding (bab 13)

  1. Bundle kembar Warismatika: Perhitungan Waris Menurut Ibnu Utsaimin — Tashil al-Faraidh & asy-Syarh al-Mumti’, dengan daftar sumbernya sendiri.
  2. Kompilasi Hukum Islam (KHI) — Instruksi Presiden No. 1 Tahun 1991, Buku II (Hukum Kewarisan) — acuan Pengadilan Agama Indonesia.

Catatan metodologi