The sources used in this bundle. Primary legal texts come first, followed by academic studies and articles from the judicial institutions.
Primary legal sources
- Instruksi Presiden Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 1991 tentang Kompilasi Hukum Islam (10 June 1991).
- Keputusan Menteri Agama Nomor 154 Tahun 1991 tentang Pelaksanaan Inpres No. 1 Tahun 1991 (dissemination of the KHI).
- Kompilasi Hukum Islam, Book I (Marriage Law, including Articles 85-97 on marital property) and Book II (Inheritance Law, Articles 171-214).
- Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan (the basis for marital property).
- Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2006 (amending UU No. 7 Tahun 1989) tentang Peradilan Agama.
Related Qur’an & Sunnah
- QS an-Nisa 4:11-12, 176 — the furudh verses that remain the foundation of the KHI.
- QS an-Nisa 4:8-9 — attending to vulnerable relatives; often linked to ahli waris pengganti/wasiat wajibah.
- QS al-Ahzab 33:4-5 — an adopted child’s lineage remains with the biological parents.
- Hadith of Sa’d bin Abi Waqqash (Bukhari 2742, Muslim 1628) — the 1/3 maximum limit on a bequest.
Articles from judicial institutions (Supreme Court / Badilag)
- Ditjen Badilag Mahkamah Agung, “Ahli Waris Pengganti, Pengganti Ahli Waris, dan Hakim Peradilan Agama” — https://badilag.mahkamahagung.go.id/artikel/publikasi/artikel/ahli-waris-pengganti-pengganti-ahli-waris-dan-hakim-peradilan-agama-oleh-drs-h-asmu-i-m-h-7-11
- PTA Surabaya, “Kedudukan Anak Angkat dalam Hukum Waris Islam” — https://pta-surabaya.go.id/main/artikel/content/13/kedudukan-anak-angkat-dalam-hukum-waris-islam
- PA Jayapura, “Wasiat Wajibah: Definisi dan Ketentuannya dalam Perundang-undangan di Negara-negara Islam” — https://www.pa-jayapura.go.id/en/artikel-pa/441-wasiat-wajibah-definisi-dan-ketentuannya-dalam-perundangundangan-di-negara-negara-islam
- Klinik Hukumonline, “Penghalang karena Hukum untuk Menjadi Ahli Waris, Apa Saja?” — https://www.hukumonline.com/klinik/a/penghalang-karena-hukum-untuk-menjadi-ahli-waris-apa-saja-lt50d46b1276aca/
Academic studies
- “Ahli Waris Pengganti dalam KHI Pasal 185”, Jurnal USRAH, STAI Muhammadiyah Probolinggo — https://jurnal.staim-probolinggo.ac.id/USRAH/article/view/2366/1525
- “Wasiat Wajibah terhadap Anak Angkat (Tinjauan Filsafat Hukum Islam Pasal 209 KHI)”, Jurnal Ar-Risalah, IAIN Bone — https://ejournal.iain-bone.ac.id/index.php/arrisalah/article/view/4162
- “Analisa Pasal 96 dan 97 Kompilasi Hukum Islam tentang Kedudukan Harta Bersama”, Repository UIN Suska Riau — https://repository.uin-suska.ac.id/7301/
- “Penghalang Kewarisan dalam Kompilasi Hukum Islam (Analisis Pasal 173)”, Repository UIN Suska Riau — https://repository.uin-suska.ac.id/7402/
Verification note: the articles cited (96, 171, 173, 174-182, 183, 185, 190-193, 209) were confirmed against the KHI text and the judicial-institution articles above as of July 2026. For binding legal decisions, refer to the official KHI text and the Pengadilan Agama, not this summary.